Perjuangan Warga Kampung Mualaf

Blok Pugag, yang juga dikenal dengan sebutan Kampung Mualaf. Kampung ini terletak di Desa Kutawaringin, Jawa Barat tepatnya di ketinggian sekitar 1.500 meter di atas permukaan laut.

Jalan menuju kampung ini tidaklah mudah. Menanjak tajam, berbatu, dan rusak parah. Saat musim hujan datang, jalan berubah menjadi jalur licin berlumpur yang sulit dilalui kendaraan. Tidak sedikit warga harus berjalan kaki sejauh beberapa kilometer, menuntun motor yang selip, bahkan menggendong orang sakit untuk keluar kampung demi mendapatkan pertolongan medis.

“Kalau ada yang sakit, kami harus gotong sampai jalan besar. Mobil tidak bisa masuk. Sudah lama begini, tapi belum ada yang bantu,” ucap Pak Adi, salah satu tokoh masyarakat di kampung tersebut.

Blok Pugag dihuni oleh 23 kepala keluarga dengan total 68 jiwa, di mana mayoritasnya adalah muslim dan mualaf. Sebanyak 56 jiwa adalah pemeluk Islam, sedangkan sisanya masih menganut agama Nasrani. Proses keislaman di kampung ini lahir dari bimbingan dan dakwah perlahan bukan dengan paksaan, melainkan karena hidayah yang datang setelah pencarian panjang.

Selain akses jalan yang memprihatinkan, warga Kampung Mualaf juga menghadapi masalah lainnya yaitu kurangnya penerang sehingga warga pun takut jika keluar di malam hari dikarenakan jalanannya tidak terlihat yang dimana pinggir pinggir jalan itu adalah jurang.

Meski dalam keterbatasan, warga Kampung Pugag sudah berinisiatif menyalurkan air bersih dari mata air gunung menggunakan selang panjang. Selang yang dibentangkan mencapai lebih dari 20 meter, mengalirkan air ke titik-titik pemukiman warga. Ini adalah hasil gotong-royong yang dilakukan secara mandiri, sebagai alternatif .Warga Kampung Mualaf juga mengeluhkan akses menuju masjid. Jalan menuju masjid licin dan berbatu, membuat lansia dan anak-anak kesulitan melaksanakan sholat berjamaah. Saat hujan turun, banyak yang terpeleset karena jalannya belum disemen.

Harapan warga Blok Pugag tidaklah muluk. Mereka hanya ingin bisa hidup layak seperti masyarakat lainnya jalan yang bisa dilalui kendaraan,Jalan menuju masjid disemen agar aman saat hujan dan tidak membahayakan warga, dan Lampu penerangan jalan bisa dipasang di area kampung dan jalur ke masjid untuk meminimalkan risiko kecelakaan saat malam hari.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top